Teks Bacaan Surat Yasin Lengkap

Dalam mushaf utsmani surat yasin terdapat pada urutan surat ke 36, termasuk dalam kategori surat makiyyah (turun di makkah) dan terdiri dari 83 ayat.

Daftar Isi

Teks Surat Yasin Arab

Berikut ini adalah teks Al-Qur’an surat yasin lengkap 83 ayat disertai dengan panduan baca latin dan terjemahan Bahasa Indonesia versi kemenag.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


(1)  ۚيٰسۤ

Yaasiiiiin


 (2) وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ

Wa Alqur’āni Al-Ĥakīmi
Demi Alqur’an yang penuh hikmah
By the Qur’an, full of Wisdom


 (3) اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ

Innaka Lamin almursalīna

Sungguh, engkau “Muhammad” adalah seorang nabi dan rasul

Thou art indeed one of the messengers


(4) عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ

`Alá Şirāţin Mustaqīmin

(yang berada) di atas jalan yang lurus

On a Straight Way


(5) تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ

Tanzīla Al-`Azīzi Ar-Raĥīmi

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) yang maha perkasa lagi maha penyayang

It is a Revelation sent down by (Him), the Exalted in Might, Most Merciful


(6) لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ

Litundhira Qawmāan Mā ‘Undhira ‘Ābā’uuhum Fahum Ghāfiluūna

Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai

In order that thou mayest admonish a people, whose fathers had received no admonition, and who therefore remain heedless (of the Signs of God)


(7) لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Laqad Ĥaqqa Al-Qawlu `Alá ‘Aktsarihim Fahum Lā Yu’uminūna

Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman

The Word is proved true against the greater part of them: for they do not believe


(8) اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ

Innā Ja`alnā Fī ‘A`nāqihim ‘Aghlālāan Fahiya ‘Ilá Al-‘Adhqāni Fahum Muqmaĥūna

Sungguh, kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tengadah

We have put yokes round their necks right up to their chins, so that their heads are forced up (and they cannot see)


(9) وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ

Wa Ja`alnā Min Bayni ‘Aydīhim Saddāan Wa Min Khalfihim Saddāan Fa’aghshaynāhum Fahum Lā Yubşirūna

Dan kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan belakang mereka juga sekat dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat

And We have put a bar in front of them and a bar behind them, and further, We have covered them up; so that they cannot see


(10) وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Wa Sawā’un `Alayhim ‘A’andhartahum ‘Am Lam Tundhirhum Lā Yu’uminūna

Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga

The same is it to them whether thou admonish them or thou do not admonish them: they will not believe


(11) اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ

Innamā Tundhiru Mani Attaba`a Adh-Dhikra Wa Khashiya Ar-Raĥmana Bil-Ghaybi Fabashshirhu Bimaghfiratin Wa ‘Ajrin Karīmin

Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mampu mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan yang maha pengasih, walaupun mereka tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia

Thou canst but admonish such a one as follows the Message and fears the (Lord) Most Gracious, unseen: give such a one, therefore, good tidings, of Forgiveness and a Reward most generous


(12) اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ

Innā Naĥnu Nuĥyi Al-Mawtá Wa Naktubu Mā Qaddamū Wa ‘Āthārahum Wa Kulla Shay’in ‘Ĥşaynāhu Fī ‘Imāmin Mubīnin

Sungguh, kami yang meghidupkan orang-orang yang mati, dan kami lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfudz)

Verily We shall give life to the dead, and We record that which they send before and that which they leave behind, and of all things have We taken account in a clear Book (Lauh Mahfudz)


(13) وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ

Wa Ađrib Lahum Mathalāan ‘Aşĥāba Al-Qaryati ‘Idh Jā’ahā Al-Mursalūna

Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri; ketika utusan-utusan datang kepada mereka

Set forth to them, by way of a parable, the (story of) the Companions of the City. Behold!, there came apostles to it


(14) اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ

Idz ‘Arsalnā ‘Ilayhimutsnayni Fakaddzabūhumā Fa`azzaznā Bitsālitsin Faqālū ‘Innā ‘Ilaykum Mursalūna

(yaitu) ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) yang ke-3 (utusan itu) berkata, “Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”

When We (first) sent to them two apostles, they rejected them: But We strengthened them with a third: they said, “Truly, we have been sent on a mission to you”


(15) قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ

Qālū Mā ‘Antum ‘Illā Basharun Mithlunā Wa Mā ‘Anzala Ar-Raĥmānu Min Shay’in ‘In ‘Antum ‘Illā Takdhibūna

Mereka (penduduk negeri) menjawab, “kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) yang maha pengasih tidak menurunkan suatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka”

The (people) said: “Ye are only men like ourselves; and (God) Most Gracious sends no sort of revelation: ye do nothing but lie.”


(16) قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ

Qālū Rabbunā Ya`lamu ‘Innā ‘Ilaykum Lamursalūna

Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan-Nya kepada kamu”

They said: “Our Lord doth know that we have been sent on a mission to you


(17) وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Wa Mā `Alaynā ‘Illā Al-Balāghu Al-Mubīnu

Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”

And our duty is only to proclaim the clear Message”


(18) قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Qālū ‘Innā Taţayyarnā Bikum La’in Lam Tantahū Lanarjumannakum Wa Layamassannakum Minnā `Adhābun ‘Alīmun

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu”. Sungguh, jika kamu tidak berhenti  (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu, dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami”

The (people) said: “for us, we augur an evil omen from you: if ye desist not, we will certainly stone you. And a grievous punishment indeed will be inflicted on you by us.”


(19) قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

Qālū Ţā’irukum Ma`akum ‘A’in Dhukkirtum Bal ‘Antum Qawmun Musrifūna

Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas”

They said: “Your evil omens are with yourselves: (deem ye this an evil omen). If ye are admonished? Nay, but ye are a people transgressing all bounds!”


(20) وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ

Wa Jā’a Min ‘Aqşá Al-Madīnati Rajulun Yas`á Qāla Yā Qawmi Attabi`ū Al-Mursalīna

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku ikutilah utusan-utusan itu”

Then there came running, from the farthest part of the City, a man, saying, “O my people! Obey the apostles:


(21) اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

Attabi`ū Man Lā Yas’alukum ‘Ajrāan Wa Hum Muhtadūna

Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk

Obey those who ask no reward of you (for themselves), and who have themselves received Guidance


(22) وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Wa Mā Liya Lā ‘A`budu Al-Ladhī Faţaranī Wa ‘Ilayhi Turja`ūna

Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepadanyalah kamu akan dikembalikan

It would not be reasonable in me if I did not serve Him Who created me, and to Whom ye shall (all) be brought back


(23) ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ

A’attakhidhu Min Dūnihi ‘Ālihatan ‘In Yuridni Ar-Raĥmānu Biđurrin Lā Tughni `Annī Shafā`atuhum Shay’āan Wa Lā Yunqidhūni

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) yang maha pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna lagi bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku

Shall I take (other) gods besides Him? If (God) Most Gracious should intend some adversity for me, of no use whatever will be their intercession for me, nor can they deliver me


(24) اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Innī ‘Idhāan Lafī Đalālin Mubīnin

Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata

I would indeed, if I were to do so, be in manifest Error.


(25) اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ

Innī ‘Āmantu Birabbikum Fāsma`ūni

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku

For me, I have faith in the Lord of you (all): listen, then, to me!”


(26) قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۗقَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ

Qīla Adkhuli Al-Jannata Qāla Yā Layta Qawmī Ya`lamūna

Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga, dia (laki-laki) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui

It was said: “Enter thou the Garden.” He said: “Ah me! Would that my People knew (what I know)!-

(27) بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ

Bimā Ghafara Lī Rabbī Wa Ja`alanī Mina Al-Mukramīna

Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan”

For that my Lord has granted me Forgiveness and has enrolled me among those held in honour!”


(28) ۞ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ

Wa Mā ‘Anzalnā `Alá Qawmihi Min Ba`dihi Min Jundin Mina As-Samā’i Wa Mā Kunnā Munzilīna

Dan setelah dia (meninggal), kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan kami tidak perlu menurunkan-Nya

And We sent not down against his People, after him, any hosts from heaven, nor was it needful for Us so to do.


(29) اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خَامِدُوْنَ

In Kānat ‘Illā Şayĥatan Wāĥidatan Fa’idhā Hum Khāmidūna

Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati

It was no more than a single mighty Blast, and behold! they were (like ashes) quenched and silent.


(30) يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ

Yaā Ĥasratan `Alá Al-`Ibādi Mā Ya’tīhim Min Rasūlin ‘Illā Kānū Bihi Yastahzi’ūn

Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang Rasul kepada mereka, mereka selalu mengolok-oloknya

Ah! Alas for (My) Servants! There comes not an apostle to them but they mock him!


(31) اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ

Alam Yaraw Kam ‘Ahlaknā Qablahum Mina Al-Qurūni ‘Annahum ‘Ilayhim Lā Yarji`ūna

Tidakklah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah kami binasakan. Orang-orang (yang telah kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka

See they not how many generations before them we destroyed? Not to them will they return:


(32) وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ

Wa ‘In Kullun Lammā Jamī`un Ladaynā Muĥđarūna

Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada kami

But each one of them all – will be brought before Us (for judgment)


(33) وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖاَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ

Wa ‘Āyatun Lahumu Al-‘Arđu Al-Maytatu ‘Aĥyaynāhā Wa ‘Akhrajnā Minhā Ĥabbāan Faminhu Ya’kulūna

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan

A Sign for them is the earth that is dead: We do give it life, and produce grain therefrom, of which ye do eat


(34) وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ

Wa Ja`alnā Fīhā Jannātin Min Nakhīlin Wa ‘A`nābin Wa Fajjarnā Fīhā Mina Al-`Uyūni

Dan kami jadikan padaya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur, dan kami pancarkan padanya beberapa mata air

And We produce therein orchard with date-palms and vines, and We cause springs to gush forth therein


(35) لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْ ۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ

Liya’kulū Min Thamarihi Wa Mā `Amilat/hu ‘Aydīhim ‘Afalā Yashkurūna

Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa tidak bersyukur?

That they may enjoy the fruits of this (artistry): It was not their hands that made this: will they not then give thanks?


(36) سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ

Subĥāna Al-Ladhī Khalaqa Al-‘Azwāja Kullahā Mimmā Tunbitu Al-‘Arđu Wa Min ‘Anfusihim Wa Mimmā Lā Ya`lamūna

Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui

Glory to God, Who created in pairs all things that the earth produces, as well as their own (human) kind and (other) things of which they have no knowledge.


(37) وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ ۖنَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ

Wa ‘Āyatun Lahumu Al-Laylu Naslakhu Minhu An-Nahāra Fa’idhā Hum Mužlimūna

Dan satu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan

And a Sign for them is the Night: We withdraw therefrom the Day, and behold they are plunged in darkness;


(38) وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗ ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ

Wa Ash-Shamsu Tajrī Limustaqarrin Lahā Dhālika Taqdīru Al-`Azīzi Al-`Alīmi

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) yang maha perkasa, maha mengetahui

And the sun runs his course for a period determined for him: that is the decree of (Him), the Exalted in Might, the All-Knowing


(39) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ

Wa Al-Qamara Qaddarnāhu Manāzila Ĥattá `Āda Kāl`urjūni Al-Qadīmi

Dan telah kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua

And the Moon,- We have measured for her mansions (to traverse) till she returns like the old (and withered) lower part of a date-stalk


(40) لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗ  وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ

Lā Ash-Shamsu Yanbaghī Lahā ‘An Tudrika Al-Qamara Wa Lā Al-Laylu Sābiqu An-Nahāri Wa Kullun Fī Falakin Yasbaĥūna

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya

It is not permitted to the Sun to catch up the Moon, nor can the Night outstrip the Day: Each (just) swims along in (its own) orbit (according to Law)


(41) وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ

wa āyatul lahum annā ḥamalnā żurriyyatahum fil-fulkil-masy-ḥụn

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,


(42) وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ

wa khalaqnā lahum mim miṡlihī mā yarkabụndan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.


(43) وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ

wa in nasya` nugriq-hum fa lā ṣarīkha lahum wa lā hum yungqażụn

Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,


(44) اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ

illā raḥmatam minnā wa matā’an ilā ḥīn

melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.


(45) وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

wa iżā qīla lahumuttaqụ mā baina aidīkum wa mā khalfakum la’allakum tur-ḥamụn

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat.”


(46) وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ

wa mā ta`tīhim min āyatim min āyāti rabbihim illā kānụ ‘an-hā mu’riḍīn

Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.


(47) وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ ۙقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ اَطْعَمَهٗٓ ۖاِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

wa iżā qīla lahum anfiqụ mimmā razaqakumullāhu qālallażīna kafarụ lillażīna āmanū a nuṭ’imu mal lau yasyā`ullāhu aṭ’amahū in antum illā fī ḍalālim mubīn

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”


(48) وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

wa yaqụlụna matā hāżal-wa’du ing kuntum ṣādiqīn

Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, “Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?”


(49) مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ

mā yanẓurụna illā ṣaiḥataw wāḥidatan ta`khużuhum wa hum yakhiṣṣimụn

Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.


(50) فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَآ اِلٰٓى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَ

fa lā yastaṭī’ụna tauṣiyataw wa lā ilā ahlihim yarji’ụn

Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.


(51) وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ

wa nufikha fiṣ-ṣụri fa iżā hum minal-ajdāṡi ilā rabbihim yansilụn

Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.


(52) قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜ هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ

qālụ yā wailanā mam ba’aṡanā mim marqadinā hāżā mā wa’adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursalụn

Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).


(53) اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ

ing kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa iżā hum jamī’ul ladainā muḥḍarụn

Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).


(54) فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

fal-yauma lā tuẓlamu nafsun syai`aw wa lā tujzauna illā mā kuntum ta’malụn

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.


(55) اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ ۚ

inna aṣ-ḥābal-jannatil-yauma fī syugulin fākihụn

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).


(56) هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ مُتَّكِـُٔوْنَ ۚ

hum wa azwājuhum fī ẓilālin ‘alal-arā`iki muttaki`ụn

Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.


(57) لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَ ۚ

lahum fīhā fākihatuw wa lahum mā yadda’ụn

Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.


(58) سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ

salām, qaulam mir rabbir raḥīm

(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.


(59) وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ

wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrimụn

Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!


(60) اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

a lam a’had ilaikum yā banī ādama al lā ta’budusy-syaiṭān, innahụ lakum ‘aduwwum mubīn

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,


(61) وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ۗهٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ

wa ani’budụnī, hāżā ṣirāṭum mustaqīm

dan hendaklah kamu menyembah-Ku. “Inilah jalan yang lurus”.


(62) وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا ۗاَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ

wa laqad aḍalla mingkum jibillang kaṡīrā, a fa lam takụnụ ta’qilụn

Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?


(63) هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

hāżihī jahannamullatī kuntum tụ’adụnInilah

Inilah Neraka Jahnnam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.


(64) اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ

iṣlauhal-yauma bimā kuntum takfurụn

Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.


(65) اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

al-yauma nakhtimu ‘alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānụ yaksibụn

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.


(66) وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَلٰٓى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰى يُبْصِرُوْنَ

walau nasyā`u laṭamasnā ‘alā a’yunihim fastabaquṣ-ṣirāṭa fa annā yubṣirụn

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?


(67) وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَ

walau nasyā`u lamasakhnāhum ‘alā makānatihim famastaṭā’ụ muḍiyyaw wa lā yarji’ụn

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.


(68) وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ

wa man nu’ammir-hu nunakkis-hu fil-khalq, a fa lā ya’qilụn

Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?


(69) وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗ ۗاِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌ ۙ

wa mā ‘allamnāhusy-syi’ra wa mā yambagī lah, in huwa illā żikruw wa qur`ānum mubīn

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,


(70) لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ

liyunżira mang kāna ḥayyaw wa yaḥiqqal-qaulu ‘alal-kāfirīn

agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.


(71) اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَآ اَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُوْنَ

a wa lam yarau annā khalaqnā lahum mimmā ‘amilat aidīnā an’āman fa hum lahā mālikụn

Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?


(72) وَذَلَّلْنٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ

wa żallalnāhā lahum fa min-hā rakụbuhum wa min-hā ya`kulụn

Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.


(73) وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ

wa lahum fīhā manāfi’u wa masyārib, a fa lā yasykurụn

Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?


(74) وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَ ۗ

wattakhażụ min dụnillāhi ālihatal la’allahum yunṣarụn

Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.


(75) لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْۙ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ

lā yastaṭī’ụna naṣrahum wa hum lahum jundum muḥḍarụn

Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.


(76) فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘاِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ

fa lā yaḥzungka qauluhum, innā na’lamu mā yusirrụna wa mā yu’linụn

Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.


(77) اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ

a wa lam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuṭfatin fa iżā huwa khaṣīmum mubīn

Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!


(78) وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ

wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah, qāla may yuḥyil-‘iẓāma wa hiya ramīm

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”


(79) قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ

qul yuḥyīhallażī ansya`ahā awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin ‘alīm

Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,


ِۨ(80) الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ

allażī ja’ala lakum minasy-syajaril-akhḍari nāran fa iżā antum min-hu tụqidụn

yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”


(81) اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۗبَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ

a wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin ‘alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa huwal-khallāqul-‘alīm

Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.


(82) اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqụla lahụ kun fa yakụn

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.


(83) فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

fa sub-ḥānallażī biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa ilaihi turja’ụn

Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu akan kembali.

Tinggalkan komentar