Apa Itu MRO (Maintenance, Repair, Overhaul)

Adanya sistem seperti MRO sebenarnya sudah banyak ditemukan di berbagai industri perusahaan, baik di bidang perbankan, keuangan, kesehatan, pendidikan, teknologi, hingga pemerintahan. Masih ada beberapa orang yang asing dengan apa itu MRO dan sebenarnya bagaimana perannya di dalam industri-industri?

Menerapkan sistem MRO memang akan sangat membantu dalam suatu bisnis dan perusahaan untuk segala jenis industri. Setiap jenis industri biasanya memiliki ketentuan MRO yang berbeda-beda karena menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga kegiatan operasional dari perusahaan.

Selengkapnya simak informasi berikut ini terkait penjelasan secara rinci mengenai apa itu MRO dan bagaimana perannya dan prosesnya :

Pengertian MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul)

Bagi beberapa orang yang masih asing dengan apa itu MRO sendiri dan bagaimana perannya sebaiknya simak informasi ini. Adapun istilah seperti MRO ini sering digunakan dalam kegiatan yang bersifat untuk mendukung operasional perusahaan.

MRO sendiri adalah sebuah sistem yang memiliki kepanjangan dari maintenance, repair dan overhaul ini merupakan salah satu sistem pemeliharaan yang biasanya diterapkan di suatu perusahaan.

Kegiatan yang berperan sebagai sistem pemeliharaan terdiri dari berbagai alat yang bersifat habis pakai dan akan digunakan untuk mendukung operasional perusahaan. Adapun beberapa alat yang biasanya digunakan sebagai MRO diantaranya berupa peralatan seperti di bawah ini :

  • Pneumatik
  • Aktuator
  • Alat industri
  • Peralatan kantor habis pakai
  • Alat pembersihan
  • Peralatan yang digunakan di laboratorium
  • Bahan perawatan tumbuhan
  • Peralatan mesin
  • Utilitas instalasi

Berbagai jenis perusahaan pastinya membutuhkan MRO agar dapat mendukung keseluruhan aktivitas perusahaan. Ukuran perusahaan pun akan menentukan bagaimana penerapan sistem MRO.

Perusahaan yang berskala besar pastinya membutuhkan sistem penerapan MRO yang canggih dan memadai agar segala aktivitas bisnis dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Klasifikasi Tahapan Dari Proses MRO

Dalam pengadaan barang yang akan digunakan untuk mendukung aktivitas perusahaan sendiri memiliki tingkat pengendalian yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan adanya penyesuaian dari kebutuhan dari kegiatan itu sendiri. Berbagai pertimbangan juga diperlukan dalam hal ini, baik dari harga, kebutuhan dan spesifikasi yang ada.

Penerapan MRO yang ada dalam suatu perusahaan memang tidak dapat dilakukan dengan dalam waktu yang sebentar. Adanya berbagai pertimbangan yang harus menghasilkan persetujuan diperlukan dalam hal ini.

Industri perusahaan juga akan mempengaruhi karena kebutuhan dari tingkat sistem yang rumit akan mempengaruhi pertimbangan untuk menerapkan MRO.

Kerumitan dari sistem MRO yang diterapkan suatu perusahaan memang akan memengaruhi pemenuhan kebutuhan fasilitas pendukungnya.

Adapun beberapa tingkatan yang dapat digunakan untuk pemenuhan dari kebutuhan sistem MRO ini diantaranya sebagai berikut :

1. Melakukan Identifikasi Supply Yang Digunakan

Sistem MRO yang diterapkan dalam perusahaan harus dilakukan berdasarkan pertimbangan dari berbagai aspek, salah satunya dalam memilih fasilitas yang akan digunakan.

Dengan adanya penggunaan fasilitas dan produk yang akan berfungsi sebagai MRO ini nantinya akan membantu keberhasilan penerapan sistem ini.

Pemilihan fasilitas pendukung seperti ini juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan pastinya akan ada banyak masalah yang bisa muncul dalam tingkatan ini. Adapun beberapa cara yang bisa menjadi solusi agar mendapatkan supply yang dapat mendukung MRO perusahaan diantaranya adalah :

  • Melakukan survei ke pemasok yang terpercaya
  • Hubungi pemasok yang akan digunakan
  • Membuat pertemuan dengan pemasok
  • Buat kesepakatan untuk menjadi produsen pemasok

2. Pilih Pemasok yang Akan Digunakan

Adapun menentukan pemasok dari supply yang akan digunakan dalam MRO perusahaan juga harus mempertimbangkan berbagai aspek. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena agar nantinya apabila sudah membuat perjanjian, setiap pihak akan mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Pemilihan pemasok dalam memilih fasilitas pendukung MRO membutuhkan berbagai pertimbangan seperti:

  • Keaslian produsen produk yang dibutuhkan
  • Pemberian tawaran dari produk yang diberikan dari produsen
  • Sistem persediaan barang yang akan digunakan
  • Penerapan cara pembayaran atas produk yang dibutuhkan

3. Mendapatkan Persetujuan Perolehan Barang

Perolehan barang yang biasanya akan digunakan untuk sistem MRO dalam suatu perusahaan biasanya dapat memakan waktu yang tidak dapat ditentukan.

Fasilitas yang dibutuhkan untuk suatu sistem MRO memang tergolong jarang sehingga dibutuhkan waktu untuk menghasilkan barang tersebut.

Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan sulitnya mendapatkan fasilitas seperti ini adalah sebagai berikut :

  • Spesifikasi dari produk yang dibutuhkan memang tidak umum dan memiliki kriteria tertentu
  • Kebanyakan fasilitas MRO memang tidak biasa sehingga membutuhkan kemampuan khusus
  • Sulitnya mendapatkan persetujuan dalam penyediaan fasilitas

Pentingnya Peran Dari Penerapan MRO

Dalam beberapa aspek, penerapan sistem MRO ini dilakukan dalam perusahaan untuk mencegah kegagalan yang berujung dengan kerugian yang dapat terjadi.

Penerapan MRO sebenarnya juga dilakukan agar dapat mengatasi kegagalan yang telah terjadi sehingga tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Adanya sistem ini juga dapat menjadi sistem keselamatan yang diterapkan dalam perusahaan.

MRO khusus yang ditetapkan dalam suatu perusahaan akan menjadi sebuah ROI (Return On Investment) dalam jangka panjang dan modal yang besar. Hal ini dapat dilihat dalam perusahaan penerbangan. Modal yang dibutuhkan dalam perolehan hingga perawatan fasilitas operasional pastinya cukup besar dibandingkan industri lainnya.

Pemanfaatan MRO memang berbeda untuk setiap industri karena perusahaan memiliki standar tersendiri yang sudah dipertimbangkan. Adapun beberapa peran dari MRO dalam perusahaan diantaranya adalah seperti berikut :

  • Sebagai pertahanan dan perbaikan untuk suatu fungsional
  • Menjaga kondisi awal agar dapat menjadi fasilitas yang mendukung operasional
  • Dirancang agar dapat menjadi investasi jangka panjang yang memiliki fungsi khusus

Itulah beberapa pemahaman yang dapat menjadi referensi bagi yang masih awam dengan apa itu MRO dan perannya dalam perusahaan. Penerapan sistem MRO memang berbeda untuk setiap jenis industri bahkan perusahaan.

Perannya yang memiliki pengaruh besar disini membuat penerapan sistem MRO harus dilakukan dengan berbagai pertimbangan yang matang agar tidak menjadi penyebab kerugian.

Tinggalkan komentar