Jangka Sorong: Pengertian, Fungsi, Bagian-bagian, dan Cara Membacanya

Jika kamu seorang mekanik mendengar istilah jangka sorong harusnya tidak asing lagi, karena sudah menjadi makanan setiap harinya.

Berbeda dengan pelajar, mungkin sudah tahu bentuknya tapi cara menggunakannya belum tentu paham. Oleh sebab itu pada artikel ini akan dijelaskan secara lengkap mulai dari sejarah, pengertian, fungsi, bagian-bagiannya, dan bagaimana cara membaca hasilnya.

1. Pengertian Jangka Sorong (Vernier Caliper)

jangka sorong
tokopedia.com

Pada dasarnya yang dimaksud jangka sorong adalah sebuah alat ukur seperti japit yang terdiri dari 2 bagian, bagian tetap dan bagian yang bisa digeser.

Jangka sorong memiliki tingkat ketelitian hingga seperseratus milimeter. Pada versi analog biasanya tingkat ketelitiannya adalah 0,005 cm untuk ukuran di bawah 30 cm dan 0,01 cm untuk yang di atas 30 cm.

Oleh sebab itu, dengan ketelitian tersebut kamu bisa mendapatkan ukuran sebuah benda secara akurat alias presisi.

2. Fungsi

Inilah 5 fungsi dasar jangka sorong atau vernier caliper:

  1. Untuk mengukur tinggi suatu benda
  2. Untuk mengukur ketebalan suatu benda
  3. Untuk mengukur diameter dalam suatu benda
  4. Untuk mengukur diameter luar suatu benda
  5. Untuk mengukur kedalam suatu benda.

3. Bagian-bagian

jangka sorong
limpung.com

Berikut adalah bagian-bagian pada jangka sorong yang perlu kamu ketahui agar mudah saat menggunakannya.

3.1. Rahang Dalam (Inner Jaws)

Pada bagian ini terdapat 2 rahang seperti japit kepiting, yaitu rahang tetap dan rahang yang bisa digeser.

3.2. Rahang Luar (Outer Jaws)

Rahang luar berfungsi untuk mengukur ddiameter dalam suatu benda.

3.3. Depth Probe

Dept probe berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu benda.

3.4. Skala Utama (cm)

Menunjukkan hasil pengukuran dalam satuan centimeter.

3.5. Skala Utama (inch)

Menunjukkan hasil pengukuran dalam satuan inchi.

3.6. Skala Nonius (dalam 1/10 mm)

Untuk setiap garis skala menunjukan 1/10 mm. Tetapi ada juga yang memiliki skala 1/20, dll. Sepuluh skala nonius memiliki panjang 9 mm, sehingga jarak dua skala nonius yang saling berdekatan adalah 0,9 mm. Dengan demikian, perbedaan satu skala utama dan satu skala nonius adalah 1 mm – 0,9 mm = 0, 1 mm atau 0,01 cm. Dengan melihat skala terkecil dari benda di atas, maka ketelitian dari benda tersebut adalah setengah dari skala terkecil benda tersebut, yakni: 0,005 cm

3.7. Skala Nonius (inch)

Menunjukkan skala pengukuran fraksi dari inchi.

3.8. Baut Pengunci (Locking Screw)

Bagian ini berfungsi untuk menahan agar tidak bergerak-gerak.

4. Jenis-jenis

Jangka sorong dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

  1. Jangka sorong analog
  2. Janga sorong digital

5. Cara Menghitung Jangka Sorong

5.1. Menghitung Dengan Ketelitian 0,02 mm

Diketahui 49 skala utama = 50 skala nonius.

Maka besarnya 1 skala nonius = 1/50 x 49 skala utama = 0,98 skala utama.

Maka ketelitian jangka sorong tersebut adalah 1/50 = 0,02 mm.

5.2. Menghitung Dengan Ketelitian 0,05 mm

Diketahui 39 skala utama = 20 skala nonius.

Maka besarnya 1 skala nonius = 1/20 x 39 skala utama = 1,95 skala utama.

Jadi ketelitian jangka sorong tersebut adalah 2 – 1,95 = 0,05 mm.

Atau juga bisa dinyatakan 1 bagian skala utama dibagi sebanyak jumlah skala nonius, yakni 1/20 = 0,05 mm.

5.3. Menghitung Dengan Ketelitian 0,1 mm

Diketahui 9 skala utama = 10 skala nonius. Maka besar 1 skala nonius adalah 1/10 x 9 skala utama = 0,9 skala utama.

Jadi ketelitian jangka sorong tersebut adalah 1 – 0,9 = 0,1 mm.

6. Cara Menggunakan Jangka Sorong

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan sebelum menggunakan jangka sorong.

  1. Membersihkannya dari kotoran yang bisa saja mengganggu hasil pengkuran, karena kita tahu bahwa pengukuran menggunakan jangka sorong membutuhkan tingkat keakuratan yang tinggi
  2. Geser hingga rapat, pastikan berada di posisi menunjukkan angka nol
  3. Bersihkan benda yang akan diukur
  4. Pengukuran dilakukan dengan menggeser jangka sorong sesuai dengan ukuran benda yang akan diukur
  5. Pastikan posisi benda yang hendak diukur pada posisi yang benar-benar telah terjepit sehingga akan terukur dengan benar
  6. Jangka sorong harus berada pada posisi yang benar-benar lurus secara horizontal maupun secara vertikal
  7. Baca hasil pengukuran dengan teliti.

7. Cara Mudah Membaca Jangka Sorong

Tutorial cara membaca jangka sorong
yuksinau.id

Pada dasarnya dalam memnaca jangka sorong adalah dengan menjumlahkan nilai pada skala utama dengan skala vernier/noiusnya. Berikut penjelasan lebih lengkap.

  • Membaca skala utama: Lihat garis merah pada gambar menunjukkan angka 21 mm atau 2.1 cm yang artinya angka paling dekat dengan garis nol pada skala vernier persis sebelah kanannya. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa skala utama yang terukur pada kasus ini adalah 21 mm atau 2,1 cm.
  • Membaca skala vernier: Ada satu garis utama yang tepat bertemu pada garis skala vernier. Gambar di atas menunjukkan bahwa garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala vernier. Jadi kesimpulannya adalah skala yang terukur adalah 0,3 mm atau 0.03 cm.

Teori memang mbulet, coba sambil baca artikel ini dibarengi dengan memegang jangka sorong. Pastinya akan lebih mudah dipahami.

Jika ada yang ditanyakan silahkan submit di kolom komentar, atau langsung DM admin di Instagram @alihamdan.id.


Hukum Newton 1,2,3 dan Contohnya


 

Tinggalkan komentar