Tanaman Talas: Penjelasan Super Lengkap

Tanaman talas merupakan salah satu tanaman yang memiliki ekonomi tinggi, karena umbi, pelepah, dan daunnya banyak digunakan sebagai bahan makanan maupun pembungkus pengganti daun pisang.

Tak hanya itu, sisa umbinya juga bisa kamu manfaatkan sebagai pakan hewan ternak dan ikan.

Tanaman talas juga memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan lingkungan serta penghijauan sebab ia bisa tumbuh mudah di Indonesia.

1. Mengenal Tanaman Talas

Gambar Tanaman Talas
WikiPedia.org

Tanaman talas masuk ke dalam suku talas-talasan (Araceae) dan termasuk tanaman pangan herba menahun.

Penyebutan talas dibagi menjadi beberapa antara lain Taro, Old cocoyam, ‘Dash(e)en’dan ‘Eddo (e)’.

Di beberapa negara dikenal dengan nama lain, seperti: Abalong (Philipina), Taioba (Brazil), Arvi (India), Keladi(Malaya), Satoimo (Japan), Tayoba (Spanyol) dan Yu-tao(China)

Tanaman talas memiliki kandungan asam perusi (asam biru atau HCN). Jenis akarnya serabut, pendek, dan liar.

Umbinya terdapat beberapa jenis dan berat bisa sampai 4 kg atau lebih, berupa selinder, lonjong, atau bundar, memiliki ukuran 30 cm x 15 cm, warnanya cokelat. Daunnya menyerupai waru “hati”, panjang daun 20-50 cm, dengan tinggi hingga 1 meter, sedangkan warna pelepahnya beragam.

Perbungaannya terdiri dari tongkol, batang dan seludang. Bunga jantan dan betina selalu terpisah, betina di bawah, sedangkan bunga jantan pada bagian atasnya, dan pada pucuknya ada bunga mandul. Buah bertipe buah buni. Bijinya banyak, tampak bundar telur, dan panjangnya ± 2 mm.

Beragam jenis talas ada di wilayah Bogor seperti Talas Sutera, Bentul dan Talas Ketan.

Talas Sutera mempunyai daun yang warna hijau muda dan bulu daunnya lembut seperti Sutera. Masa panen pada usia 5-6 bulan. Umbinya berwarna kecoklat-coklatan.

Talas Bentul mempunyai umbinya semakin besar dengan warna tangkai yang lebih ungu dibandingkan Talas Sutera. Jenis talas bantul bisa dipanen sesudah berusia 8-10 bulan dengan umbi yang lebih besar dan warna lebih muda kekuning-kuningan.

Talas Ketan warna pelepahnya hijau tua kemerahan. Di Bogor dikenali juga tipe talas yang disebutkan Talas Mentega (Talas Gambir/Talas Hideung), karena tangkai dan daunnya warna unggu gelap.

Jenis-jenis talas lain umumnya tidak di kosumsi karena rasanya kurang nikmat dan lebih gatal. Seperti contoh Talas Sente yang berbatang dan berdaun besar, sering dipakai untuk pajangan dan daunnya kerap dipakai untuk makanan ikan.

Talas Bolang juga memunyai rasa yang gatal, dengan tangkai dan daun yang bertotol-totol

2. Ciri-ciri Tanaman Talas

Sebagaian besar warga Indonesia tentunya sudah sangat mengenal apa itu tanaman talas. Talas sudah terkenal sebagai salah satu bahan makanan pokok, atau biasa juga diproduksi dalam bentuk makanan ringan, bahkan bisa juga diolah menjadi kue bolu.

Hal inilah yang menjadikan budidaya talas dapat disebut sebagai kegiatan yang memberikan banyak keuntungan bagi penanamannya.

3. Manfaat Talas bagi Masyarakat Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa talas banyak digunakna sebagai makanan pendamping maupun makanan pokok.

Bisa juga diolah menjadi berbagai bentuk makanan. Hal ini berarti konsumsi tanaman ini sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.

Tapi tahukah kamu apa saja kegunaan dan manfaat mengonsumsi talas bagi tubuh?

Berikut ini penjelasannya.

1. Membantu melancarkan pencernaan

Jenis makanan yang satu ini bisa mengatasi berbagai keluhan terhadap saluran pencernaan seperti perut kembung, diare dank ram perut.

Hal inilah yang menjadikan talas dapat berfungsi melancarkan pencernaan. Selain itu juga dengan mengonsumsi talas akan mudah dicerna oleh lambung dan usus.

2. Membantu mengontrol tekanan darah

Permasalahan darah tinggi juga bisa diatasi dengan mengonsumsi talas secara rutin dengan jumlah yang sesuai.

Talas mampu menekan dan mengurangi tekanan darah di dalam tubuh manusia, selain itu bisa juga menekan kemungkinan terjadinya stress dalam sistem kardiovaskular.

3. Membantu masalah penglihatan

Salah satu kandungan dalam tanaman talas adalah vitamin A dan beta carotene yang bisa memberikan efek positif bagi penglihatan dan juga mampu beberapa jenis penyakit jantung.

4. Memberikan efek yang baik bagi kulit

Selain keberadaan vitamin A dalam talas, Anda juga bisa menemukan aanya vitamin E dan b6 yang bagus untuk menjaga kesehatan kulit, mengurangi tanda-tanda penuaan, melembabkan dan juga ada antioksidan yang bermanfaat bagi penampilan kulit Anda dari luar.

5. Bekerja pada sistem kekebalan tubuh manusia

Kandungan dalam jenis makanan yang satu ini dapat memebantu produksi sel drah merah dan sel darah putih dalam tubuh sehingga bisa bekerja dalam proses kekebalan tubuh.

Kandungan antioksidannya juga bisa digunakan sebagai pertahanan dalam mencegah penyakit kanker.

6. Mencegah terjadinya anemia

Talas memiliki cukup kandungan zat besi yang bisa membantu produksi sel darah merah sehingga dapat mencegah terjadinya gejala anemia pada tubuh anda.

7. Dianjurkan bagi penderita diabetes

Talas bisa dijadikan sebagai pilihan makanan pokok bagi penderita diabetes. Jika ingin melakukan diet ketat, bisa mencoba mengkonsumsi talas sebagai makanna pokok pengganti nasi.


Baca: Manfaat Daun Kelor Bagi Kesehatan


4. Berbagai Cara Mengonsumsi Talas

1. Digunakan sebagai makanan utama pengganti nasi.

Hal ini mungkin sekali untuk dilakukan mengingat jumlah kandungan karbohidrat dari talas jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah karbohidrat yang ada pada kentang.

2. Dijadikan sebagai makanan pendamping

Cara ini juga sudah banyak dilakukan karena talas bisa juga diolah ke dalam beberapa jenis makanan. Salah satu yang sudah lazim dilakukan adalah memasak sup talas.

3. Sebagai makanan penutup atau makanan ringan

Biasanya Anda akan dengan mudah menemukan pudding talas atau makanan ringan lainnya yang terbuat dari talas.

Namun, sebaiknya perlu diketahui bahwa proses pemasakan dianjurkan tidak melalu proses yang memiliki kemungkinan merusak kandungan gizi dan nutrisi di dalam talas itu sendiri.

5. Cara Menanam Tanaman Talas

Untuk bisa menanam talas dengan sempurna dan berhasil sehingga memberikan hasil yang maksimal, kamu perlu melakukan beberapa langkah persiapan.

Hal ini akan memudahkan tanaman talas tumbuh dengan sempurna sehingga Anda bisa memanen talas yang baik.

1. Mempersiapkan lahan untuk bercocok tanam

Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi untuk bisa menanam talas dengan sempurna.

Salah satu yang perlu dilakukan adalah mepersiapkan lahan dengan beberapa langkah, yaitu dengan menyiangi tanah selama 5 hingga 6 jam sehari.

Pastikan juga lahan yang akan ditanami talas dekat dengan sumber air dan juga tekstur tanah tersebut gembur dan siap ditanami talas.

2. Melakukan penggemburan tanah

Proses penggemburan tanah ini wajib dilakukan karena bisa memberikan beberapa dampak positif bagi tanaman talas Anda. Terutama bagi Anda yang bercocok tanam talas untuk kepentingan ekonomi.

Hal ini akan membantu meratakan unsur hara pada tanah sehingga zat gizi yang diserap oleh masing-masing tumbuhan jumlah dan kandungannya sama.

Selain itu, fungsi dari proses penggemburan tanah ini adalah untuk memberikan akses kepada talas agar umbinya bisa tumbuh dengan lebih besar.

Proses menggemburkan tanah ini bisa Anda lakukan dengan menggunakan cangkul secara tradisional atau bisa juga dengan memnafaatkan mesin bajak modern.

3. Memberikan pupuk pada tanaman talas

Selama masa tanam hingga masa panen, pastikan kebutuhan gizi dari tanaman Anda terjaga dengan selalu memberikan pupuk secara rutin.

Pupuk yang Anda berikan bisa berupa pupuk organis atau kompos. Kalau bisa sebaiknya Anda menghindari penggunaan pupuk kimia karena bisa mempengaruhi rasa dari talas itu sendiri.

Pada prose pemberian pupuk ini Anda tidak perlu membuat bedengan untuk tanaman anda.

4. Melakukan pembibitan talas

Untuk tahapan ini, Anda bisa menempuhnya dengan 2 cara. Apakah Anda hendak melakukan pembibitan dengan tunas atau memilih dengan menggunakan umbi.

Jika Anda ingin menggunakan tunas, maka sebaiknya meilih tunas kedua atau ketiga yang muncul saat talas berusia kurang lebih 5 hingga 7 bulan.

Namun, pembibitan yang menggunakan umbi memiliki cara yang berbeda dengan pembibitan yang dilakukan dengan tunas.

Untuk bisa melakukan pembibitan dengan umbi, pilihlah umbi dari tanaman talas yang berkualitas.

Potong bagian umbinya menjadi bagian yang lebih kecil, dan pastikan setiap bagian ada mata tunasnya. Tanam bagian umbi yang sudah dipootng kecil-kecil itu ke polybag terlebih dahulu.

Cara penanaman bagian umbi tersebut harus memperhatikan bahwa mata tunas mengarah ke atas sehingga lebih memudahkan tunasnya untuk tumbuh. Jangan lupa untuk selalu memastikan bahwa kondisi tanah di polybag tetap basah.

5. Pemindahan tanaman ke tanah

Proses ini dilakukan jika tunas sudah tumbuh sepanjang 5 hingga 7 cm. Pemindahan harus dilakukan dengan hati-hati dan dilakukan saat sore hari untuk menghindari tanaman stress.

Pastikan untuk melepas plastic polybag dan juga merawat tanaman talas dengan baik yaitu dilakukan penyiraman secara rutin.

Proses menanam dan merawat talas memang tidak bisa dikatakan mudah karena banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk bisa mengahasilkan talas berkualitas dengan rasa yang enak.

Apalagi jika penanaman talas yang Anda lakukan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, maka musim panen, jenis pupuk hingga sistem irigasi perlu dipertimbangkan dengan baik.

Namun di balik itu semua, panen talas dengan hasil yang melimpah tentu akan memberikan kepuasan tersendiri bagi Anda yang melakukan cocok tanam talas ini.

6. Penangan Hama dan Penyakit

1. Hama

Serangga aphis gossypii (Hemiptera: Aphididae)

Baik nimfa atau dewasa yang bersayap dan tidak bersayap menghisap cairan daun.

Gejala: Daun jadi cukup keriting. Aphis keluarkan cairan madu, yang bisa menarik semut.

Serangga ini menyebar di penjuru dunia terkecuali di wilayah dingin seperti pada Siberia dan Kanada. Kecuali talas hama ini serang melon, kementimun, labu-labuan dan kapas.

Cara mengatasi: Dengan insektisida pada tanaman talas dipandang kurang ekonomis, terkecuali jika tingkat gempuran tinggi sekali pada tanaman muda.

Insektisida yang dipakai ialah carbaryl, diazinon dimetoat dan malation cukup efisien untuk mengatur hama itu.

Ulat heppotion calerino (Lepidoptera: Sphingidae)

Gejala: ulat memiliki ukuran besar dan benar-benar rakus yang bisa mengonsumsi semua lembar daun, bahkan juga komunitas tinggi bisa makan pelepah daun , hingga tanaman jadi gundul.

Kecuali talas ulat menghancurkan tanaman kacang hijau, ubi gulam dan jalar. Serangga ini menyebar di beberapa negara tropika dan sub tropika, Australia dan Pasifik.

Cara mengatasi: ambil dan menghancurkan ulat itu. Disamping itu, karena kepompong ada dalam tanah, karena itu pembajakan tempat sesudah panen bisa menghancurkan hama itu.

Usaha pengaturan dengan insektisida sudah dilaksanakan di Papua Nugini yakni dengan Carbaryl bila kerusakan capai 50 %.

2. Serangga agrius convolvuli (kupu-kupu: Sphingidae)

Serangga ini menyebar di Afrika, Australia, Bangladesh, Burma, Cina Selatan, Eropa Selatan, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, kepulauan-kepulauan di pasifik dan Papua Nugini (Anonymous, 1986).

Ulat yang memiliki ukuran a komunitas yang tinggi, ulat makan batang daun hingga tanaman jadi gundul.

Kecuali tanaman talas ini menghancurkan kacang hijau, ubi jalar dan gulma (Kalshoven, 1931). besar benar-benar rakus mengonsumsi daun. Defoliasi diawali pada pinggir daun.

Pengaturan: kepompong tercipta dalam tanah, karena itu pembajakan tanah sesudah panen bisa memusnahakan hama itu.

Disamping itu ambil ulat dan menghancurkannya sebagai langkah pengaturan yang efisien untuk area kecil.

Usaha penanganan dengan insektisida yang efisien sebaiknya dilaksanakan di saat ulat masih kecil dengan carbaryl 0,2 % (Anonymous, 1986).

Ulat spodoptera litura (kupu-kupu: Noctuidae

Gejalan: Pada daun yang diserang oleh barisan ulat yang kecil akan kehilangan susunan epidermisnya hingga jadi pada akhirnya kering, dan terbuka. Ulat yang semakin besar akan menyebar dan masing-masing makan daun.

Defoliasi yang dikarenakan ulat yang besar serupa dengan kerusakan yang disebabkan karena Agriusconvolvuli. Kecuali talas ulat serang tanaman jarak, tembakau, tomat, jagung, ubi jalar, kubis, cabai dan kacang-kacangan.

Antara inang itu, daun talas yang paling dicintai, karena itu bisa digunakan sebagai media pembiakan massal ulat itu untuk maksud penelitan.

Cara mengatasi: Dengan insektisida dilaksanakan jika kerusakan sudah capai 50 % dengan insektisida dichorvos dan carbaryl. Disamping itu monokrotofos, kuinalfos dan endosulfan efisien untuk mengatur S. litura. Pengaturan lebih efisien bila dilaksanakan di saat ulat masih kecil.

3. Penyakit

Penyakit Hawar Daun (Phytophtora colocasiae)

Gejala: Adanya bintik kecil warna kehitaman, selanjutnya jadi membesar jadi hawar. Sisi daun yang diserang jadi kering, pada gempuran berat semua daun mengering.

7. Usia Panen

Masa panen talas dilaksanakan sesudah berusia 6-9 bln, tapi ada yang memetiknya sesudah berusia 1 thn, dan ada juga kultivar yang 4-5 bln dapat dipanen.

Seperti contoh: Talas genjah masak cepat, talas kawara lima bulan, dan talas talas dalam dan lenvi.

Misalnya di kota Bogor ada talas bentul, dipanen sesudah berusia 8-10 bulan dengan umbi yang lebih besar dan warna lebih muda dan kekuning-kunigan dan masihlah ada kembali talas-talas lain.

Misalnya: Talas sutera yang dipanen pada usia 5-6 bulan, yang umbinya warna kecoklatan yang bisa memiliki ukuran sedang sampai besar dan ada banyak kembali talas yang berada di bogor (talas mentega atau talas gambir, talas ketan, dan talas balitung).

1. Langkah Pemanenan

Pemanenan dilaksanakan dengan mengeruk umbi talas, lalu pohon talas ditarik dan pelepahnya di potong sejauh 20-30 cm dari pangkal umbi dan akarnya dibuang dan umbinya di membersihkan dari tanah yang menempel.

2. Masa Panen

Periode panen talas perlu mendapatkan perhatian yang jeli karena waktu panen yang tidak pas akan turunkan kualitas hasil.

Panen yang terlampau cepat akan hasilkan talas yang tidak kenyal dan pulen, kebalikannya bila panen telat akan hasilkan umbi talas yang terlampau simak dan keras. Talas pada tempat sawah dirotasikan dengan tanaman padi dan tipe sayur lainnya.

Tanaman padi ditanamkan satu atau 2x di saat musim penghujan yakni seputar bulan September sampai Januari. Pada musim kemarau (bulan Februari sampai Mei) tempat sawah ditanam sayur selanjutnya talas sampai bulan Desember atau Januari.

8. Pasca Panen

Hasil panen dihimpun di posisi yang lumayan strategis, aman, dan gampang diangkat oleh angkutan.

1. Penyortiran dan Penggolongan

Penyortiran umbi bisa dilaksanakan waktu pencabutan berjalan. Namun penyortiran umbi talas bisa dilaksanakan sesudah semua pohon dan dimuat pada suatu tempat.

Penyortiran dilaksanakan untuk pilih umbi yang warna bersih kelihatan dari kulit umbi yang fresh dan yang cacat khususnya kelihatan dari ukuran besarnya umbi dan bintik hitam/garisgaris pada daging umbi.

2. Pengepakan dan Pengiriman

Pengepakan berfungsi untuk membuat perlindungan umbi dari kerusakan sepanjang dalam pengiriman.

Untuk pasaran antar kota/dalam negeri dibungkus dan ditempatkan dalam karung-karung goni atau keranjang dibuat dari bambu supaya masih segar.

Itulah artikel lengkap membahas tanaman talas mulai dari, pengenalan, ciri-ciri, cara budidaya, perawatan, hingga pemanenan lengkap.

Jadi bagaimana, apakah Anda mulai tertarik untuk bercocok tanam talas?


Artikel Tanaman Lainnya:

Daftar Tanaman Cepat Panen

Cara Menanam Sayur Kangkung


 

Tinggalkan komentar