Ekonomi Mikro dan Makro

Ilmu Ekonomi (economics) adalah studi mengenai bagaimana masyarakat mengatur sumberdayanya yang langka. Secara garis besar Ilmu Ekonomi dibagi dalam dua aliran cabang, yakni Ekonomi Mikro (microeconomics) dan Ekonomi Makro (macroeconomics).

Ekonomi mikro dan makro saling berkaitan erat. Sebab, perubahan dalam perekonomian secara keseluruhan timbul dari keputusan yang diambil oleh jutaan individu, maka sangatlah tidak mungkin memahami perkembangan ekonomi makro tanpa mempertimbangkan keputusan yang terkait di tingkat ekonomi mikro.

1. Pengertian Ekonomi Secara Umum

Kata ekonomi berasal dari bahasa yunani yang artinya seseorang yang mengatur rumah tangga. Sekilas hal ini terdengar aneh. Namun faktanya, rumah tangga dan ekonomi mempunyai banyak kesamaan.

Sebuah rumah tangga harus memutuskan banyak hal. Misalnya siapa yang harus mengerjakan tugas-tugas dan imbalan apa yang akan diperoleh. Contohnya: siapa yang memasak? Siapa yang mencuci piring? Siapa yang bersih-bersih?.

Singkatnya adalah rumah tangga harus mengalokasikan sumberdaya yang terbatas kepada para anggotanya dengan memperhatikan kemampuan, usaha, dan keinginan setiap anggota rumah tangga.

Seperti halnya rumah tangga, dalam sebuah tatanan masyarakat juga mengharuskan kita untuk mengambil banyak keputusan. Contohnya adalah pekerjaan apa yang harus dilakukan dan siapa yang akan melakukan. Dalam masyarakat membutuhkan seseorang yang mampu menghasilkan makanan, membuat pakaian, dan membangun sebuah rumah.

Setelah masyarakat mengalokasikan semua tenaga kerjanya untuk melakukan berbagai pekerjaan, maka mereka harus mengalokasikan hasil produksi dari barang dan jasa yang telah dihasilkan.

Ekonomi dapat dipelajari dalam beberapa tingkatan. Diantaranya, kita dapat mempelajari keputusan yang dapat diambil oleh rumah tangga dan perusahaan. Kemudian, kita juga dapat mempelajari interaksi antara rumah tangga dan perusahaan untuk barang dan jasa tertentu.

Selain itu, kita juga dapat mempelajari bekerjanya perekonomian secara keseluruhan, misalnya jumlah dari seluruh aktivitas para pembuat kebijakan dalam seluruh pasar.

1.1. Pengertian Ekonomi Mikro

Teori ekonomi mikro, awal mulanya dikembangkan oleh ahli ilmu ekonomi klasik pada abad ke 18. Istilah kata Mikro berasal dari kata Yunani yakni micros yang artinya kecil. Ekonomi mikro membahas tentang perusahaan dan rumah tangga yang mengalokasikan hasil pendapatannya untuk membeli barang dan jasa yang bermacam-macam.

Dalam pengertiannya, Ekonomi Mikro adalah cabang yang mempelajari bagaimana perusahaan dan rumah tangga membuat keputusan dan bagaimana mereka berinteraksi di pasar tertentu. Dalam tataran praktek, ekonomi mikro meliputi kegiatan ekonomi yang terbagi menjadi tiga hal penting yaitu konsumsi, produksi dan distribusi.

Sedangkan dalam tataran teori, kajian ekonomi mikro yang paling mendasar adalah teori tentang kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan sangatlah terbatas.

Dengan kata lain, ilmu ekonomi mikro muncul disebabkan keinginan manusia relatif tak terbatas sedangkan sumber daya yang ada relatif terbatas, sehingga terjadilah kelangkaan yang menuntut manusia untuk melakukan efisiensi.

Menurut Samuelson & Nordhaus, ekonomi mikro adalah kajian tentang bagaimana masyarakat menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi komoditi yang berharga dan mendistribusikannya pada masyarakat secara luas.

1.2. Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi Makro adalah cabang yang mempelajari tentang fenomena ekonomi secara luas, termasuk inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi makro juga digunakan untuk mengkaji tentang cara bekerja dan mekanisme perekonomian sebagai suatu aggregate yang terkait langsung dengan efisiensi.

Dengan kata lain, ekonomi makro menjelaskan sistem yang menganalisis terjadinya target-target kebijaksanaan dan perubahan kondisi ekonomi demi tercapainya analisis terbaik.

Ekonomi makro menurut Thamrin, dalam bukunya yang berjudul Konsep Dasar Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi adalah sebuah ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian sebuah negara secara komprehensif.

Hubungan-hubungan yang dipelajari dalam ekonomi makro ialah hubungan kausal antar variabel-variabel agregatif. Dalam hal kebijakan, ekonomi makro dilakukan oleh negara untuk kemudian dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta, dengan tujuan mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang timbul.

Sekalipun ekonomi makro memiliki bidang cakupan yang sangat luas, ada dua pembahasan yang menspesifikasi disiplin ekonomi makro.

Yang pertama adalah kegiatan dalam mempelajari fluktuasi penerimaan negara dalam jangka pendek atau yang biasa disebut dengan siklus bisnis, dan yang ke dua adalah kegiatan yang mempelajari pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang atau biasa disebut dengan peningkatan pendapatan nasional.

2. Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro
Tabel perbedaan ekonomi mikro dan makro

Meskipun dalam ekonomi mikro dan makro memiliki kaitan yang sangat erat, namun keduanya tetap memiliki perbedaan. Dalam ilmu ekonomi, tampak terlihat wajar jika semua diawali dari bagian terkecil kemudian dilanjutkan kebagian yang lebih besar.

Namun, hal tersebut tidak selalu dianggap perlu dan bahkan belum tentu dianggap baik. Demikian pula pada ekonomi mikro dan makro, terkadang perlu keduanya mengambil pendekatan yang berbeda dan diajarkan dalam mata kuliah yang terpisah.

2.1. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Adapun ruang lingkup ekonomi mikro adalah mempelajari tentang kegiatan ekonomi dari masing masing unit ekonomi seperti:

# Interaksi di Pasar Barang

Pasar diartikan sebagai pertemuan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) atau dapat diartikan pertemuan antara penjual dan pembeli.

# Perilaku Penjual dan Pembeli

Disini, penjual menginginkan adanya keuntungan yang maksimal (maximum profit), sedangkan pembeli juga ingin mendapatkan kepuasan maksimal (maximal utility).

# Interaksi di Pasar Faktor Produksi

Pembeli (konsumen), memiliki faktor produksi membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan penjual (produsen), memiliki barang kebutuhan manusia dan membutuhkan faktor produksi dengan cara membelinya. Melalui hubungan tersebut, dapat diketahui bahwa antara konsumen dan produsen memiliki hubungan saling membutuhkan.

2.2. Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Adapun ruang lingkup ekonomi makro terdiri atas tiga ruang yang besar, diantaranya:

# Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara

Disini, ekonomi makro menjelaskan sampai sejauh manakah sebuah perekonomian dapat menghasilkan suatu produk atau jasa. Adapun rincian pengeluaran ekonomi makro diantaranya mencakup tentang eksport dan import, pengeluaran perusahaan dan investasi, pengeluaran pemerintah, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga.

# Kebijakan Pemerintah

Pengangguran dan inflasi merupakan permasalahan yang tidak lepas dari suatu perekonomian negara. Disini, peran pemerintah melaui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal sangat berpengaruh besar.

# Pengeluaran Agregat

Pengeluaran agregat jika tidak mampu mencapai tingkat ideal tentu akan menimbulkan permasalahan ekonomi. Dengan membuka lapangan kerja dan mengontrol laju inflasi, maka dengan sendirinya pengeluaran agregat berada di tingkat yang dibutuhkan.

3. Kebijakan Ekonomi Mikro dan Makro

Kebijakan ekonomi mikro dan makro adalah sebuah kebijakan yang mengacu pada tindakan atau langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam memutuskan sebuah kebijakan khususnya dalam hal ekonomi.

3.1. Kebijakan Ekonomi Mikro

Kebijakan ekonomi mikro adalah sebuah kebijakan yang di atur oleh pemerintah dan diterapkan kepada seluruh perusahaan, tanpa memandang perusahaan tersebut bergerak dibidang apa, kegiatannya apa saja, dan bahkan tanpa melihat berada di sektor dan wilayah mana perusahaan tersebut beroperasi.

Di Indonesia, secara umum kebijakan ekonomi mikro cenderung fokus terhadap pembangunan infrastruktur, dengan begitu diharapkan secara otomatis arus modal dan barang dapat berputar dengan cepat.

Kemudian, setelah kebijakan politik infrastruktur dianggap sudah rampung, kebijakan yang akan dilakukan oleh ekonomi mikro adalah:

# Kebijakan Harga Terendah

Dengan adanya kebijakan harga terendah ini diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan. Hal ini dianggap penting karena harga setiap saat akan mengalami kondisi
fluktuatif.

# Kebijakan Harga Tertinggi

Kebijakan ini akan sangat penting diterapkan ketika harga-harga barang melonjak terlampau sangat tinggi, dan jika hal ini dibiarkan tentu akan berdampak pada inflasi.

# Kebijakan Pajak

Kebijakan pajak dianggap sangat penting agar fungsi devisa negara dapat bertambah.

# Kebijakan Subsidi

Dengan kebijakan subsidi ini diharapkan perusahaan-perusahaan bisa mengelola serta menghasilkan produknya sendiri dan produk tersebut mampu mengalahkan produk dari luar.

3.2. Kebijakan Ekonomi Makro

Kebijakan ekonomi makro, secara garis besar dibedakan dalam tiga bentuk kebijakan, yakni:

# Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal ialah langkah-langkah pemerintah yang dianggap sangat penting dalam mengentaskan pengangguran yang relatif serius. Dengan cara menambah pengeluaran agregat yang akan menaikkan pendapatan nasional dan menekan tingkat pengangguran tenaga kerja.

# Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter dilakukan oleh pemerintah dengan cara mempengaruhi Bank Indonesia. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah dapat mengubah penawaran uang dalam perekonomian atau dengan cara mengubah kebijakan suku bunga.

# Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan penawaran bertujuan untuk menaikkan efisiensi kegiatan perusahaan, sehingga dapat menawarkan produk yang berkualitas tinggi namun dengan harga yang murah.

4. Contoh Ekonomi Mikro dan Makro

Untuk memahami lebih dalam lagi tentang ekonomi mikro dan makro, mari kita pahami contoh di bawah ini.

4.1. Contoh Ekonomi Mikro

Seorang pakar ekonomi mikro akan mempelajari dampak pengendalian biaya sewa terhadap perumahan di Indonesia, dampak masuknya pesaing luar negeri terhadap industri mobil, dan dampak kewajiban masuk sekolah terhadap pendapatan karyawan.

4.2 Contoh Ekonomi Makro

Sedangkan seorang pakar ekonomi makro akan mempelajari dampak potongan pajak bagi penghasilan seseorang terhadap produksi barang dan jasa secara keseluruhan.

Untuk menganalisis masalah ini, pakar ekonomi harus mempertimbangkan bagaimana potongan pajak mempengaruhi keputusan rumah tangga dalam hal membelanjakan uang untuk pembelian barang dan jasa.

Referensi buku pengantar ekonomi mikro oleh:

N. Greggory Mankiw
Euston Quah
Peter Wilson

Edisi Asia Volume 1

Tinggalkan komentar